Paskibraka

Paskibraka MA Kabeloa

KEGIATAN SISWA

Pelaksanaan Kegiatan Perayaan di Sekolah.

Guru-Guru

Dokumentasi Guru-guru.

KH. SYAKIR HUBAIB

Pendiri sekaligus Pimpinan Pesantren Kabeloa ...

Kegiatan Guru

Kegiatan Dewan Guru.

Rabu, 31 Agustus 2011

Cara Pasang Al Qur'an Digital Online

<iframe src=”http://m.alquran-indonesia.com/mquran/index.php/quran” style=”border:0px;width:400px;height:400px” frameborder=”0″></iframe>

Sabtu, 27 Agustus 2011

Peta Wilayah Administrasi Kab Sigi

PDT Beri Bantuan Intalasi Biogas

PDT Beri Bantuan Intalasi Biogas
Ekonomi > Bisnis & Produk
Sember :    http://harianmercusuar.com/
SIGI, MERCUSUAR - Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Kementerian Pembangunan Dearah Tertinggal (PDT) Jamaluddin Teguh, memberikan bantuan instalasi biogas kepada warga di Desa Pewunu, Kabupaten Sigi.

Penjual Kacang Dipa Menuju Diva KDI

Penjual Kacang Dipa Menuju Diva KDI
Kota Palu
Sember : http://harianmercusuar.com/
Tak banyak yang tahu bagaimana latar belakang kehidupan Ayungsih kontestan KDI Star asal Sulteng yang tengah naik daun di pentas KDI Star 2010 beberapa pekan ini. Dibalik ketenaran dan popularitas yang tengah diburunya, selain menjadi penyanyi di pesta pernikahan dari desa ke desa, anak keempat dari 10 bersaudara ini ternyata adalah penjual Kacang Dipa dan penjaja ikan air tawar hasil tangkapan orang tuanya

Sigi Dapat Rp3 M Hibah PPWP

Sigi Dapat Rp3 M Hibah PPWP
Daerah > Sigi
Sumber : http://harianmercusuar.com/
SIGI, MERCUSUAR – Sebanyak 11 desa di 10 kecamatan di Kabupaten Sigi, pada tahun 2010 ini berhasil mendapatkan bantuan hibah dari Pemprov Sulteng sebesar Rp3 Miliar. Dikucurkannya hibah tersebut menurut Kabid Ekonomi Bappeda kabupaten Sigi Sahriar Lamakampali, dalam rangka merealisasikan Program Pemberdayaan wilayah Pedesaan (PPWP).

Kiyai Nyentrik Dan Pengawal Guru Tua

Kiyai Nyentrik Dan Pengawal Guru Tua
Opini > Tajuk Pembaca
Sember : http://harianmercusuar.com/KH. Nawawian Abdullah dikenal sebagai tokoh ulama yang sangat dihormati dan cukup popular di Kota Palu. Penampilan khasnya selalu memakai kopiah warna putih dengan stelan jas berlapis kemeja di bagian dalam. Sedangkan ban pinggang warna coklat berasesoris hijau yang selalu terlilit di pinggangnya membuat penampilan yang “nyentrik”, tapi menjadi asesoris penambah kewibawaan tersendiri. Masa hidupnya termasuk perokok berat, terutama merek Star Mild jenis rokok kegemaran anak-anak muda masa kini.

Minggu, 21 Agustus 2011

Rival sues Gus Dur, holds own congress

National

Rival sues Gus Dur, holds own congress

The Jakarta Post, Jakarta | Sat, 05/03/2008 11:14 AM
A | A | A |
DEEPENING RIFT: Muhaimin Iskandar (left, foregoround), a rival chief of the National Awakening Party (PKB), greets Syakir Hubaib, chairman of the law-making body at the party's Central Sulawesi chapter, during an extraordinary meeting in Jakarta on Friday. (JP/Ricky YudhDEEPENING RIFT: Muhaimin Iskandar (left, foregoround), a rival chief of the National Awakening Party (PKB), greets Syakir Hubaib, chairman of the law-making body at the party's Central Sulawesi chapter, during an extraordinary meeting in Jakarta on Friday.(JP/Ricky Yudhistira)

Sabtu, 20 Agustus 2011

Potensi Alkhairaat Dalam Episentrum Kekuasaan


Senin, 15 November 2010  SUMBER : http://beritadaerah.com/journal/pemilukada/177
(Berita DAerah-SUlawesi) Lamaran Partai Golkar kepada tokoh Alkhairaat Lukman S Tahir untuk menjadi calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah mendampingi calon gubernur Aminuddin Ponulele, menjadi isu politik yang hangat menjelang Pilkada 2011 dalam sepekan terakhir.

Infrastruktur Tertinggal, Wakil Rakyat Jangan Cuek


Sumber :    :http://www.harianmercusuar.com/?vwdtl=ya&pid=2063&kid=all

SIGI, MERCUSUAR - Para anggota DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi Sulteng dan DPR RI dari daerah pemilihan Sigi dan Sulteng, didesak agar tidak cuek atau menutup mata dan telinga dengan kondisi ketertinggalan infrastruktur di kabupaten yang baru berusia setahun lebih itu.
“Saat ini masyarakat di Kabupaten Sigi sangat membutuhkan pengabdian nyata dari para anggota DPR. Jangan setelah terpilih, masyarakat dilupakan. Kalau berkunjung ke daerah harus buka mata, buka

P2KP-DT

LATAR BELAKANG

Pembangunan daerah tertinggal merupakan upaya terencana untuk mengubah suatu daerah yang dihuni oleh komunitas dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi dan keterbatasan fisik, menjadi daerah yang maju dengan komunitas yang kualitas hidupnya sama atau tidak jauh tertinggal dibandingkan dengan masyarakat Indonesia lainnya. Dalam hal ruang lingkup pelaksanaan pembangunan, pembangunan daerah tertinggal berbeda dengan penanggulangan kemiskinan karena dalam konteks ini selain aspek ekonomi dalam pembangunan dimaksud memasukkan pula aspek sosial, budaya, keamanan bahkan terkait dengan hubungan antar daerah tertinggal dengan daerah maju.

Menteri PDT Akan Resmikan Peternakan Berbasis Pesantren

Menteri PDT Akan Resmikan Peternakan Berbasis Pesantren

Menteri PDT Akan Resmikan Peternakan Berbasis Pesantren
Published: 15 Feb 2011 15:27 WIB


Palu (ANTARA) —  Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmy Faisal Zaini, Rabu (16/2) akan mengunjungi pondok pesantren Kabeloa Alkhairaat Pewunu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sekaligus meresmikan sejumlah program percepatan daerah tertinggal.

Pimpinan Pondok Pesantren Kabeloa, KH Zakir Hubaib, Selasa, mengatakan Helmy Faisal akan meresmikan tiga program dari kementerian yakni air bersih, jalan usaha tani, dan peternakan berbasis pesantren.

'Nanti akan dirangkai dengan Maulid Nabi Muhammad,' kata Zakir.

Dia mengatakan, Menteri PDT dijadwalkan tiba di lokasi pesantren yang berjarak sekitar 15 kilometer arah Selatan dari Kota Palu pada pagi hari.

Pada 2008 lalu Kementerian PDT telah menggelontorkan anggaran untuk daerah tertinggal di kawasan pesantren Kabeloa dengan anggaran sebesar Rp1 miliar yang dibagi dalam tiga tahap.

Menurut Zakir, tahap pertama dana tersebut digunakan membeli sapi, membangun kandang, dan pengelolaan limbah kotoran hewan. Saat ini kandang itu telah berdiri di atas areal gersang dengan sekitar 100 ekor sapi.

'Induk sapi ini diperuntukkan kepada pesantren. Agar bisa berkembang biak, kami melibatkan masyarakat sekitar untuk sama-sama memelihara ternak ini. Mereka kami bagi dalam empat kelompok,' kata Zakir.

Agar masyarakat sekitarnya juga merasakan manfaat peternakan itu, hasilnya akan dibagi. Zakir mengatakan, induk sapi yang melahirkan anak pertama diberikan kepada masyarakat peternak. Anak kedua baru diberikan ke pesantren. Kalau anaknya dua, satu untuk pesantren, satu untuk masyarakat.

'Masyarakat memperoleh manfaat, pesantren juga terbantu,' katanya.

Zakir mengatakan, pesantren Kabeloa telah membuka sebagian lahan dari seluas 14 kektare. Lahan tersebut kata dia, selain untuk kepentingan kandang juga ditanami rumput gajah sebagai bahan makanan ternak. Tanah itu dibeli oleh pesantren dari masyarakat sekitarnya. Pesantren dan masyarakat sekitar bekerjasama membuka lahan itu secara bertahap.

Selain itu, pesantren selaku pihak pengelola juga membuka jalan usaha tani dan membangun jaringan air bersih.
Source: http://www.imq21.com/news/read/19292/20110215/152703/Menteri-PDT-Akan-Resmikan-Peternakan-Berbasis-Pesantren.html
Copyright © 2010 — PT. IMQ Multimedia - LBKN ANTARA
All Rights Reserved.

Menteri DPT Resmikan Peternakan di Palu Besok

Sumber :

BESOK LIMA PETERNAK SIGI PEROLEH BANTUAN PERALATAN BIOGAS


PALU,(14/7) – Lima kelompok peternak asal Kabupaten Sigi, Besok Jumat(15/7) memperoleh bantuan peralatan biogas dari Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia.Kegiatan tersebut di pusatkan di Desa Pewunu Kecamatan Dolo. Pada acara tersebut dihadiri Rektor UPN Veteran Jawa Timur dan Deputi bidang pengembangan sumber daya dan dihadiri pula Asisten Deputi Urusan sumber daya mineral energi dan lingkungan hidup beserta Bupati Kabupaten Sigi Aswadin Randalembah.(bp003)

Sumber:

News / Ujian Nasional (UN)

Pojok Anti-Korupsi (AntiKorupsi)

Menteri PDT akan Resmikan Peternakan Berbasis Pesantren

Menteri PDT Dorong Usaha Ternak Pesantren

Jumat, 25 Februari 2011


Peternakan Berbasis Pesantren: Sebuah Usaha Pemberdayaan Ekonomi Umat


Ditulis oleh 'Arief di/pada 8 Maret 2010
KIAI Haji Zakir Hubaib, Pemimpin Pondok Pesantren Kabeloa Alkhairaat Pewunu, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, duduk berteduh di bawah pohon.
Cahaya mentari yang mengintip di sela-sela dedaunan mengenai sebagian tubuhnya. Kepalanya tak tersentuh sinar matahari karena tertutup dengan “toru”. “Toru” adalah nama topi khas lokal terbuat dari daun lebar. Seperti layaknya pakaian petani pada umumnya, Kiai Zakir juga mengenakan pakaian serupa.
Siang itu, dia sedang memimpin kerja bakti di atas hamparan lahan seluas 14 hektare. Lahan itu gersang, berbatu kali, ditumbuhi pula pepohonan berduri. Saat matahari beranjak naik, hawa panas pun mulai menyeruak memanasi areal di lereng gunung Pewunu itu.
Sejak pagi hingga siang itu puluhan warga berjibaku membabat pohon dan mencungkil bebatuan.Ada juga beberapa santri ikut bekerja.Yang lain sibuk menyatukan batu- batu kali seukuran bola kaki yang berserakan ke satu tempat. Sejak Jepang menjajah Indonesia, areal itu dibiarkan telantar tanpa diolah.
Areal gersang itu kini dibersihkan untuk lahan budidaya rumput gajah, sebagai pakan ternak sapi.Masih di areal sekitarnya, telah dibangun kandang ternak dan bangunan pengelolaan limbah kotoran sapi.Areal itu dipagari kawat berduri keliling sehingga sapi tidak seenaknya berkeliaran.
Kiai Zakir menyebut konsep peternakan ini dengan peternakan berbasis lingkungan pesantren.
“Disebut demikian karena masyarakat di sekitar pondok pesantren ikut terlibat dalam peternakan ini,” katanya.
Program ini berawal dari tahun 2008 saat mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Lukman Edy, berkunjung ke lingkungan Pesantren Alkhairaat Kabeloa, 15 kilometer arah Selatan Kota Palu, ibukota Provinsi Sulteng.
Lukman Edy kemudian mencanangkan program tersebut dalam rangka percepatan pembangunan daerah tertinggal. Kecamatan Marawola dan sekitarnya kebetulan masuk dalam daftar daerah tertinggal di Indonesia.
Menurut Kiai Zakir, program ini dikerjakan dalam tiga tahap. Tahap pertama, pemerintah pusat melalui KPDT telah mengucurkan dana sebesar Rp1 miliar. Dana itulah yang digunakan untuk membeli sapi, membangun kandang, dan pengelolaan limbah kotoran hewan. Saat ini kandang itu telah berdiri di atas areal gersang, dengan 86 ekor sapi.
“Induk sapi ini diperuntukkan bagi pesantren. Agar bisa berkembang biak, kami melibatkan masyarakat sekitar untuk sama-sama memelihara ternak ini. Mereka kami bagi dalam empat kelompok,” kata Kiyai Zakir.
Agar masyarakat sekitarnya juga merasakan manfaat peternakan itu, hasilnya dibagi. Induk sapi yang melahirkan anak pertama diberikan kepada masyarakat peternak. Anak kedua baru diberikan ke pesantren.
Kalau anaknya dua, satu untuk pesantren, satu untuk masyarakat.”Masyarakat memperoleh manfaat, pesantren juga terbantu,” katanya.
Masalahnya sekarang, peternakan tersebut butuh pakan yang tidak sedikit. Bahkan Kiai Zakir memperkirakan, jika ternak itu sudah berkembang biak, akan sulit memperoleh pakan yang cukup.Sementara lingkungan yang gersang sangat tidak mendukung perkembanganbiakan ternak itu.
Itulah sebabnya lahan seluas 14 kektare itu dibuka untuk ditanami rumput gajah. Tanah itu dibeli oleh pesantren dari masyarakat sekitarnya.Pesantren dan masyarakat sekitar bekerjasama membuka lahan itu secara bertahap. Diperkirakan saat ini sudah terbuka sekitar lima hektare.
Kendala berikutnya adalah pengairan untuk menyiram budidaya rumput gajah. Untuk masalah ini, kata Kiai Zakir, pemerintah sudah berjanji akan menyediakan pipa air.Sumbernya tidak begitu jauh, sekitar dua kilometer dari lahan budidaya rumput gajah itu.
“Tahap dua Pak Menteri KPDT sudah berjanji akan mengupayakan bantuan pipa. Sumber airnya sudah ada tinggal mau ditarik pipa dari sumber air itu,” kata Kiai Zakir.
Inilah yang sedang dipersiapkan masyarakat dengan melakukan kerja bakti membersihkan lahan. Saban Sabtu dan Minggu mereka bekerja.Mereka tidak bekerja begitu saja, tapi Kiai Zakir mengupah Rp 20 ribu per setengah hari. Masyarakat juga diberi kesempatan mengumpulkan batu-batu kali di areal itu, lalu dijual ke kontraktor yang membutuhkan.
“Mereka tidak hanya kerja saja, tapi saya bayar sebelum kering keringatnya. Masyarakat juga dapat batu yang bisa dijual per kubik,” katanya.
Masalah pupuk, kata Kiyai Zakir, tidak perlu dibingungkan lagi, sebab kotoran sapi yang diolah dalam satu wadah untuk dijadikan pupuk kompos setiap saat siap ditaburkan.
Menurut Kiyai Zakir, peternakan tersebut dibangun sebagai pengembangan ekonomi di lingkungan pesantren.Tujuannya, agar pesantren tetap eksis dan mampu membiayai seluruh kepentingan pendidikan, biaya hidup santri, dan juga memberi dampak ekonomi terhadap masyarakat di lingkungan pesantren.
“Ini cara pemerintah membangun ekonomi berbasis pesantren. Kami diberikan kail agar bisa memancing ikan. Sekarang tugas kami menjaga kail ini agar tetap bisa digunakan memancing,” kata Kiyai Zakir.
Ponpes Kabeloa Alkhairaat Pewunu dibangun tahun 1989. Menurut Kiai Zakir, awalnya pesantren itu hanya berupa taman pengajian.Setelah muncul animo masyarakat sekitarnya, dibangunlah madrasah ibtidaiyyah, setingkat sekolah dasar.Dari sana terus dikembangkan dengan membuka madrasah tsanawiyah, setingkat SMP. Dan kini sudah lengkap hingga madrasah aliyah, setingkat SMA.
“Sekarang siswanya lebih 300 orang, sebagian tinggal di dalam pesantren, ” katanya.
Sejak berdiri, pesantren itu telah melahirkan ribuan santri. Sebagian besar dari lulusan pesantren tersebut sudah bekerja, baik di instansi pemerintah maupun swasta. Sebagian memilih berwiraswasta.
Kiai Zakir lahir di Desa Kalukubula, Kecamatan Dolo, 2 Juli 1942 adalah salah satu murid dari Habib Idrus bin Salim Aljufrie, penebar Islam asal Hadramaut yang menghabiskan separuh usianya di Indonesia untuk menegakkan tonggak Islam di kawasan timur Indonesia.Guru tersohor itu lebih dikenal dengan Guru Tua. Salah satu peninggalan terbesarnya adalah Perguruan Islam Alkhairaat.
Menurut Kiai Zakir, pembangunan pesantren tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat sekitar kompleks ponpes tersebut yang masih hidup primitif hingga era 70-an. Kala itu, kata dia, kehidupan masyarakat sekitarnya jauh dari nilai-nilai agama. Dari sanalah muncul gagasan untuk mendirikan pondok pesantren.
(sumber: Wawasan)
Sumber :

PDT Dorong Usaha Ternak Pesantren

( Sumber :http://www.dpp.pkb.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2703:pdt-dorong-usaha-ternak-pesantren&catid=45:berita-daerah&Itemid=115 )

Banyak SLTA di Sulteng Tingkat Kelulusan UN Nol Persen

 
Banyak SLTA di Sulteng Tingkat Kelulusan UN Nol Persen
[Agama dan Pendidikan]Banyak SLTA di Sulteng Tingkat Kelulusan UN Nol Persen

Palu, Pelita
Sebanyak 21 sekolah lanjutan tingkat atas/SLTA di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), tak ada satu pun yang berhasil meluluskan siswanya dalam ujian nasional (UN) tahun ajaran 2007-2008.
Data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Sulteng menyebutkan ke-21 SLTA yang gagal meluluskan siswanya tersebut, yakni Madrasah Aliyah/MA Alkhaeraat Luwuk, MA Alkhaeraat Batui, dan MA Nurul Jihad Batui di Kabupaten Banggai.
Berikut SMA Negeri 1 Unauna, SMA Negeri 1 Ulubongka, SMA Negeri 1 Walea Kepulauan, dan MA Alkhaeraat Dolong di Kabupaten Tojo-Unauna; SMA Negeri 1 Lembo dan SMK Negeri 1 Mori Atas di Kabupaten Morowali; serta SMA Karya Palu (Kota Palu) dan MA Uswatun Hasanah Modo di Kabupaten Buol.
Lainnya, SMA Muhammadiyah Parigi, SMA Negeri 1 Parigi, MA Darul Dakwa Islam Tosale, MA Alhuffadz Lambunu, MA Nurul Amanah Dolago, dan MA Alkhaeraat Siniu di Kabupaten Parigi-Moutong; MA Yaspia Wani, MA Alkhaeraat Pewunu; MA At-Toyyibah Binangga, dan MA Al-Ikhlas Karya Mukti di Kabupaten Donggala.
Menurut Kepala Dinas Dikjar Provinsi Sulteng, Abubakar Almahdali, sebagian besar sekolah yang tidak berhasil meluluskan siswanya dalam UN tahun ajaran ini merupakan sekolah swasta yang dikelelo oleh yayasan pendidikan keagamaan dan institusi kemasyarakatan.
Karena itu, lanjut dia, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi teknis lain, termasuk yayasan pengelolanya, untuk mencarikan solusi guna meningkatkan kualitas pendidikan para siswa di sekolah-sekolah yang bersangkutan.
Dinas Dikjar Provinsi Sulteng selama ini telah menyebarkan tenaga pengajarnya yang sudah diangkat menjadi PNS untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah-sekolah swasta dalam wilayahnya.
Namun, karena jumlah sekolah swasta yang dibina sangat banyak dibanding guru PNS yang ada, sehingga hasilnya belum optimal.
Sebelumnya, Ketua Lembaga Peduli Pendidikan Sulteng, Habib Umar Al-Habsyi, mengatakan rendahnya kualitas pendidikan di sebagian besar sekolah swasta dalam daerahnya selama ini disebabkan oleh banyak faktor, namun paling mendasar yaitu kurangnya perhatian dari pemerintah daerah setempat.
Melihat ketersediaan sarana belajar-mengajarnya saja sudah memprihatinkan. Belum lagi kondisi gedung sekolahnya banyak yang masih berstatus darurat dan dibangun di atas tanah milik masyarakat, meminjam rumah penduduk, hingga ada yang terancam ambruk, tuturnya.
Al-Habsyi sendiri merasa miris dengan keadaan ini, sebab sekalipun sudah puluhan tahun menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar di tengah kondisi sarana dan prasarana yang memprihatinkan, namun instansi terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota seolah-olah menutup mata atas keberadaan sekolah-sekolah swasta tersebut.
Sebagai buktinya pengelolaan dana Block Grant, DAK, dan APBD Sulteng untuk rehabilitasi gedung sekolah dan peningkatan sarana pendidikan selama ini, hanya diprioritaskan bagi sekolah-sekolah negeri, katanya.
Al-Habsyi sendiri mengaku lembaganya pernah memperjuangkan ke Pemprov Sulteng untuk mengarahkan dana rehabilitasi gedung sekolah dan peningkatan sarana pendidikan yang dianggarkan dalam APBD 2007 sebedar Rp38 miliar ke sekolah-sekolah swasta, namun realisasinya menjadi terbalik.
Saya merasa heran, Sekprov Sulteng Gumyadi sebelumnya sudah menekankan agar semua dana APBD itu diarahkan memperbaiki sarana dan prasarana di sekolah swasta karena alasan selama ini tak pernah tersentuh dana bantuan pusat (Blok Grant dan DAK), tapi Dinas Dikjar Sulteng yang menjadi penanggungjawab pengelolaannya justru hanya mengucurkan ke sekolah negeri. Lalu, di mana posisi sekolah swasta ditempatkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, kata dia mempertanyakan. (ant/dik)

Menakar Kemampuan Sulteng Menyambut Tahun Swasembada Daging

Posted by: adhanet on: 5 Desember 2009
Sumber :    http://adhanet.wordpress.com/page/5/  

Sigi Berhasil Produksi Biogas

Menteri PDT Akan Resmikan Peternakan Berbasis Pesantren

Jumat, 19 Agustus 2011

Menengok Peternakan Berbasis Pesantren di Sigi


1

۞ PETA LOKASI MA. Kabeloa Alkhairaat ۞
۞ MEDIA - SOSIAL ۞